Posted by: skurnianto | September 4, 2008

Bagaimana membaca citra satelit cuaca?

Secara umum citra satelit cuaca dapat diartikan sebagai hasil pemrotetan pada suatu permukaan dengan menggunakan suatu wahana yang ditempatkan pada suatu orbit oleh usaha manusia dimana hasil pemrotetan tersebut bertujuan untuk melakukan pengamatan cuaca. Terdapat tiga jenis satelit cuaca, yaitu citra satelit tampak (visible satellite imagery), citra satelit infra merah (infrared satellite imagery), dan citra satelit uap air (water vapour satellite imagery). Dengan menggunakan citra ketiga satelit tersebut, kita dapat menentukan keadaan penutupan,bentuk dan jenis awan suatu daerah sehingga bisa memprediksi peluang hujan pada wilayah/daerah tersebut. Pada tulisan ini akan dijelaskan mengenai deskripsi singkat dari ketiga satelit tersebut dikaitkan dengan pengamatan awan. Selain itu akan diberikan informasi darimana kita bisa memperoleh citra satelit cuaca.

Read More…

Posted by: skurnianto | September 3, 2008

Nama-nama Hurricane

Pada tulisan sebelumnya dijelaskan mengenai definisi dan proses terjadinya Hurricane. Sama seperti manusia, Hurricane juga diberikan nama yang nama2nya sebagian besar seperti nama2 manusia antara lain Gustav, Katrina, Hanna, Ike, dll. Pemberian nama ini dilakukan saat sikon tropis berada pada fase tropical storm. Daftar nama-nama hurricane adalah sebagai berikut:

Read More…

Posted by: skurnianto | September 3, 2008

Sekelumit tentang siklon tropis

Saat ini badai tropis sedang menjadai pembicaraan hangat di berbagai media terutama media internasional karena wilayah di pantai timur AS terkena serangan badai tropis yang diberi nama “Gustav”. Melalui tulisan ini sy mencoba memberikan sekelumit informasi mengenai siklon tropis yang diambil dari berbagai sumber.

Read More…

Posted by: skurnianto | August 28, 2008

Penyebab tertutupnya Greenland oleh es

Terdapat berbagai laporan mengenai hal-hal yang menjadi pemicu sehingga Greenland saat ini sebagian besar diisi oleh es. Tetapi masih banyak keraguan-keraguan yang terdapat padanya.

Diberitakan oleh ScienceDaily.com yang diambil dari jurnal nature tentang penelitian terbaru mengenai hal tersebut diatas menunjukkan bahwa adanya perubahan konsentrasi CO2 dapat menjelaskan transisi dari situasi greenland yang tidak terdapat es pada tiga juta tahun yang lalu menjadi Greenland yang tertutupi oleh es seperti sekarang ini.

Read More…

Posted by: skurnianto | August 26, 2008

Time line in climate change

  • 1827: French polymath Jean-Baptiste Fourier predicts an atmospheric effect keeping the Earth warmer than it would otherwise be. He is the first to use a greenhouse analogy.
  • 1863: Irish scientist John Tyndall publishes a paper describing how water vapour can be a greenhouse gas.
  • 1890s: Swedish scientist Svante Arrhenius and an American, P C Chamberlain, independently consider the problems that might be caused by CO2 building up in the atmosphere. Both scientists realise that the burning of fossil fuels could lead to global warming, but neither suspects the process might already have begun.

Read More…

Dampak penutupan lahan terhadap debit sungai

Pada bagian pertama tulisa ini dijelaskan mengenai dampak tipe penutupan lahan yang berbeda pada sifat fisik tanah dan proses hidrologi. Pengaruh lahan pertanian antara lain:

  • Mengurangi porositas makro yang kemudian akan mengurangi permeabilitas tanah dan juga infiltrasi
  • Meningkatkan limpasan permukaan dan erosi tanah
  • Mengurangi ketebalan lapisan tanah pada lahan miring
  • mengurangi evapotranspirasi dan pengambilan air tanah oleh tanaman sehingga mempunya kadar air yang lebih tinggi.

Perubahan2 sifat fisik tanah dan proses hidrologi tanah diatas pada akhirnya akan memberikan pengaruh terhadap besarnya debit sungai. Pada penelitian ini dibandingkan besarnya debit sungai pada dua DAS dengan karakteristik tipe penutupan lahan yang berbeda. Pada tahun yang relatif kering, DAS yang sebagian besar terdiri dari lahan pertanian akan mempunya debit 120 mm lebih besar dari DAS yang masih bervegetasi alami. Pada tahun yang lebih basah perbedaannya akan berkurang yang hanya mencapai kurang lebih 74mm/thn dmna besarnya total limpasan pada DAS bervegatasi alami dan yang sebagian besar lahan pertanian adalah masing2 sebesar 109,2mm/thn dan 183.5mm/thn.

Koefisien limpasan pada penelitian ini dihitung dari perbandingan antara debit dan curah hujan dmna data diambil dari kejadian hujan yang lebih besar dari 30 mm pada tahun 2002. Koefisien limpasan pada DAS yang sebagian besar diisin lahan pertanian adalah sebesar 0,25 sedangkan pada DAS yang sebagian besar terdiri dari hutan dan savanna adalah sebesar 0,203.Bisa dikatakan bagian curah hujan yang menjadi limpasan pada DAS yang bervegetasi alami lebih kecil daripada DAS yang sebagian besar terdiri dari lahan pertanian. Read More…

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa dampak dari tipe2 penutupan lahan yang ber beda terhadap sifat fisik tanah dan proses2 hidrologis pada suatu DAS berskala kecil. Penelitian ini dilakukan di Benin, Afrika dengan tipe iklim sub humid dimana sifat curah hujannya adalah unimodal (curah hujan dengan satu puncak hujan) yang musim hujannya terjadi pada bulan mei sampai oktober. Curah hujan tahunannya sebesar 1100 mm sedangkan rata2 suhunya adalah 26,4 degC.

Pengaruh penutupan lahan terhadap aktivitas biologi tanah

Aktivitas biologi tanah ditentukan dengan melakukan investigasi terhadap kegiatan cacing tanah pada lahan yang ditanamin dan savanna dengan menghitung jumlah liang cacin tanah pada suatu plot. Dari inverstigasi ini didapatkan bahwa kegiatan fauna tanah secara signifikan akan berkurang pada lahan yang ditanami. Ini bisa ditunjukkan pada jumlah cetakan/liang cacing tanah pada lahan savanna yang mencapai 550 cetakan/m2 sedangkan pada lahan yang ditanami tidak ditemukan adanya cetakan. Hal ini memperngaruhi jumlah pori makro pada lahan2 tersebut. Jumlah pori makro pada lahan savanna sebesar 219 pori makro per m2 sedangkan pada lahan yang ditanami jagung hanya 60 pori makro per m2.

Read More…

Posted by: skurnianto | August 25, 2008

Perbedaan kutub utara dan selatan

Ada beberapa hal yang membedakan antartika (kutub selatan) dan arktik (kutub utara), diantaranya:

  1. Antartika berupa daratan sedangkan arctik merupakan lautan.
  2. Kalau di Antartika ada pinguin di arktik beruang kutub
  3. Suhu di kutub selatan lebih dingin daripada suhu di kutub utara. Kisaran suhu di kutub selatan antara -65 degC pada musim dingin sampai mencapai -25 degC pada musim panas. pada kutub utara, kisaran suhu di musim dingin antara -43 sampai -26degC sedangkan pada musim panas berkisar 0 degC.
  4. berkurangnya lapisan ozone di kutub utara lebih sedikit dibandingkan dengan yang terjadi di kutub selatan. hal ini dikarenakan oleh suhu dikutub selatan yang lebih hangat daripada kutub selatan mengakibatkan pembentukan awan stratosferik yang merusak ozone menjadi terhambat.
  5. Perubahan iklim sangat berpengaruh di arktik. menghangatnya temperatur mengakibatkan lapisan es setebal 12-15 kaki mengalami pencairan.

Sumber:

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/South_Pole
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/North_Pole
  3. http://www.livescience.com/environment/top10_polar_differences-1.html
Posted by: skurnianto | August 25, 2008

Perubahan ekosistem dan pengaruhnya terhadap siklus karbon(2)

pada bagian pertama pada tulisan dijelaskan mengenai efek umum dari gangguan ekosistem terhadap siklus karbon.Salah satu gangguan tersebut adalah kebakaran.

Read More…

Posted by: skurnianto | August 22, 2008

Perubahan ekosistem dan pengaruhnya terhadap siklus karbon(1)

Apa yang akan terjadi senadainya terjadi perubahan pada suatu ekosistem? apakah mempunyai pengaruh terhadap perubahan iklim?

Read More…

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.